Komunitas Mangrove Bengkulu

Jumat, 11 Mei 2018

Penanaman Mangrove di Desa Pasar Ngalam


Karang Taruna Kuala Samudra Desa Pasar Ngalam bersama Mahasiswa KKN dari Universitas Bengkulu dan Himpunan Mahasiswa Seluma melakukan penanaman Mangrove di pesisir Desa Pasar Ngalam. Mitra Wijaya mengatakan Kegiatan ini bertujuan demi menjaga kelestarian Ekosistem Hutan Mangrove diwilayah tersebut serta salah satu upaya pencegahan abrasi disekitar muara sungai Ngalam. Penanaman mangrove ini juga didukun penuh oleh pemerintah desa Pasar Ngalam tutur Mitra Wijaya. Sumber Dok. Mitra Wijaya 2017.

Kepiting Biola : Fiddler Crabs (Uca perplexa)

Kamis, 04 Januari 2018

Bangunan Pacing Plate Milik PT Sinohydro Corporation Limited Di Segel Oleh Dinas PUPR Kota Bengkulu

Bangunan pacing plate (mesin yang mengolah material semen dan koral) milik PT Sinohydro Corporation Limited di Kompleks Proyek Pembangunan PLTU Batu Bara ini di Segel oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu karena tidak Memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan) padahal bangunan ini sudah lama beroperasi. Foto Bangunan Pacing Plate tampak dari sela-sela Vegetasi Mangrove di kolam pelabuhan Pulau Baai. Sebenarnya selain tidak memiliki IMB Bangunan ini perlu ditinjau ulang karena bangunan PLTU berdiri diantara Zona Hutan Mangrove dan Hutan Pantai dimana dua Vegetasi ini memiliki fungsi masing-masing sebagai sabuk hijau. Hutan Mangrove dapat mencegah abrasi dan meredam gelombang tinggi serta mencegah intrusi air laut sedang hutan pantai berfungsi sebagai pemecah angin (windbreaker) mengingat Bengkulu juga rawan terjadi bencana. 

Dilain sisi pembangunan PLTU Batu Bara ini juga harus mengacu dan mempertimbangkan RTRW Kota Bengkulu dalam haln ini tentang Ruang terbuka hijau dan Sempadan Pantai. Sempadan pantai adalah Daratan Sepanjang tepian yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai, minimal 100 m dari titik pasangan tertinggi kearah Barat mengacu juga pada Perpres No 51 Tahun 2016 Tentang Batas Sempadan Pantai.
Dalam pembangunan PLTU ini ada 10 ha hutan mangrove dibabat oleh pihak PLTU, 10 ha tidak lah sedikit untuk ukuran hutan mangrove mengingat luasan kawasan hutan mangrove di Bengkulu sangat lah kecil 247,61 ha secara global luasan mangrove di pesisir tidak sampai 0.1 % dari luasan hutan mangrove nasional. Berikut kami sertakan foto kondisi hutan mangrove yang dibabat oleh pihak PLTU.

Rabu, 15 November 2017

Sosok Inspirasi: "Kami Memanggilnya Bu Kas"


Teks Oleh : Helti Marini Sipayung

Usia dan profesi tidak membatasinya untuk terus belajar dan berbuat untuk alam dan kemaslahatan umat. Ibu Dosen ini adalah 'Relawan' di Komunitas Mangrove Bengkulu. Sehari-hari beliau disibukkan dengan seabrek jadwal mengajar di FKIP Jurusan Biologi, Universitas Bengkulu. "Bu Kas" (Kasrina) kami memanggilnya. Kegigihan dan dukungannya sangat berarti bagi kami untuk terus maju, berbuat nyata, mempengaruhi lebih banyak orang untuk terlibat dengan tangan mereka sendiri. Bersama menanam, merawat dan melestarikan pesisir, khususnya hutan mangrove. Bukan kita yg melindungi mangrove, tetapi kita menanam sabuk hijau untuk melindungi diri kita sendiri (dari ancaman tsunami, abrasi, bahkan kelaparan, sebab mangrove punya fungsi ekologis strategis bagi keberlanjutan hidup aneka biota laut).
Bu Kas menginspirasi kami untuk terus belajar dan jangan pernah membatasi dirimu.
#inspiring
#inspiringwomen
#breakthelimit

Senin, 13 November 2017

Jelajah Bakau dan Pengenalan Ekosistem Mangrove


Volunteer Komunitas Mangrove Bengkulu mengikuti jelajah bakau dan pengenalan ekosistem mangrove sekaligus mengenal lebih dalam tentang jenis-jenis mangrove penyusun di hutan mangrove Pulau Baai. Kegiatan ini bertujuan supaya para relawan Komunitas Mangrove Bengkulu dapat mengetahui perbedaan antar jenis baik secara morfologi maupun secara zona penyusun serta mereka juga dapat mengetahui jeni mangrove mana saja yang dapat diolah menjadi produk makanan. Kegiatan ini juga salah satu program pendidikan pesisir yang digagas olah Komunitas Mangrove Bengkulu. 

Video ini dibuat oleh Triyatun.
Video ini juga dapat ditonton di chanel 

Jumat, 27 Oktober 2017

INDONESIA MEMBANGUN " BENTENG SABUK HIJAU"



KOMUNITAS MANGROVE BENGKULU Dalam INDONESIA MEMBANGUN " BENTENG SABUK HIJAU"  Saksikan TVRI NASIONAL TANGGAL 6 NOVEMBER 2017 PUKUL 11.00 WIB.

Salam Mangrove

Rabu, 13 September 2017

Menjala Udang = Memanen Manfaat Ekosistem Mangrove


Dua orang nelayan sedang menjala udang dimuara sungai Jenggalu (9/9). Udang tangkapan nelayan ini biasanya dijual kepada para pemancing, udang hidup ini salah satu umpan favorit pemancing muara sungai / laut. Namun tidak menutup kemungkinan udang hasil tangkapan mereka gunakan sendiri untuk umpan pancing. Beberapa kali kesempatan Komunitas Mangrove Bengkulu iseng bertanya kepada mereka, Bagaimana hasil tangkapan mereka, sesekali mereka mengeluh karena hasil yang mereka dapatkan hanya sedikit bahkan tidak dapat sama sekali, salah seorang nelayan juga menuturkan bahwa berkurangnya udang hasil tangkapannya adalah rusaknya hutan mangrove disekitar sini dan ada juga oknum menangkap udang dengan pukat yang mengakibatkan udangnya habis. Hutan mangrove juga memiliki peran penting terhadap biota laut salah satunya udang.