Postingan

Menampilkan postingan dengan label Beranda

Bangunan Pacing Plate Milik PT Sinohydro Corporation Limited Di Segel Oleh Dinas PUPR Kota Bengkulu

Gambar
Bangunan pacing plate (mesin yang mengolah material semen dan koral) milik PT Sinohydro Corporation Limited di Kompleks Proyek Pembangunan PLTU Batu Bara ini di Segel oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu karena tidak Memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan) padahal bangunan ini sudah lama beroperasi. Foto Bangunan Pacing Plate tampak dari sela-sela Vegetasi Mangrove di kolam pelabuhan Pulau Baai. Sebenarnya selain tidak memiliki IMB Bangunan ini perlu ditinjau ulang karena bangunan PLTU berdiri diantara Zona Hutan Mangrove dan Hutan Pantai dimana dua Vegetasi ini memiliki fungsi masing-masing sebagai sabuk hijau. Hutan Mangrove dapat mencegah abrasi dan meredam gelombang tinggi serta mencegah intrusi air laut sedang hutan pantai berfungsi sebagai pemecah angin (windbreaker) mengingat Bengkulu juga rawan terjadi bencana.  Dilain sisi pembangunan PLTU Batu Bara ini juga harus mengacu dan mempertimbangkan RTRW Kota Bengkulu dalam h...

Sosok Inspirasi: "Kami Memanggilnya Bu Kas"

Gambar
Teks Oleh : Helti Marini Sipayung Usia dan profesi tidak membatasinya untuk terus belajar dan berbuat untuk alam dan kemaslahatan umat. Ibu Dosen ini adalah 'Relawan' di Komunitas Mangrove Bengkulu. Sehari-hari beliau disibukkan dengan seabrek jadwal mengajar di FKIP Jurusan Biologi, Universitas Bengkulu. "Bu Kas" (Kasrina) kami memanggilnya. Kegigihan dan dukungannya sangat berarti bagi kami untuk terus maju, berbuat nyata, mempengaruhi lebih ba nyak orang untuk terlibat dengan tangan mereka sendiri. Bersama menanam, merawat dan melestarikan pesisir, khususnya hutan mangrove. Bukan kita yg melindungi mangrove, tetapi kita menanam sabuk hijau untuk melindungi diri kita sendiri (dari ancaman tsunami, abrasi, bahkan kelaparan, sebab mangrove punya fungsi ekologis strategis bagi keberlanjutan hidup aneka biota laut). Bu Kas menginspirasi kami untuk terus belajar dan jangan pernah membatasi dirimu. #komunitasmangrovebengkulu #inspiring #inspiring...

Menjala Udang = Memanen Manfaat Ekosistem Mangrove

Gambar
Dua orang nelayan sedang menjala udang dimuara sungai Jenggalu (9/9). Udang tangkapan nelayan ini biasanya dijual kepada para pemancing, udang hidup ini salah satu umpan favorit pemancing muara sungai / laut. Namun tidak menutup kemungkinan udang hasil tangkapan mereka gunakan sendiri untuk umpan pancing. Beberapa kali kesempatan Komunitas Mangrove Bengkulu iseng bertanya kepada mereka, Bagaimana hasil tangkapan mereka, sesekali mereka mengeluh karena hasil yang mereka dapatkan hanya sedikit bahkan tidak dapat sama sekali, salah seorang nelayan juga menuturkan bahwa berkurangnya udang hasil tangkapannya adalah rusaknya hutan mangrove disekitar sini dan ada juga oknum menangkap udang dengan pukat yang mengakibatkan udangnya habis. Hutan mangrove juga memiliki peran penting terhadap biota laut salah satunya udang.

Olahan Buah Mangrove Jenis Pidada Merah (Sonneratia caseolaris) dan Pidada putih (Sonneratia alba)

Gambar
Olahan Buah Mangrove Jenis Pidada Merah ( Sonneratia caseolaris) dan Pidada putih ( Sonneratia alba ) Faramudita   Komunitas Mangrove Bengkulu (KMB) Email : Faramudita606@gmail.com & Mangrove.bengkulu@gmail.com Jl. Budi Utomo gg Asam kelurahan Pekik Nyaring. Bengkulu Tengah BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Kepulauan Indonesia memiliki sekitar 13.466 pulau (Suhendri 2012) dengan panjang garis pantai mencapai 95.000 km (Muhammad 2012). Pesatnya pertumbuhan penduduk mengakibatkan peningkatan kebutuhan sumber pangan. Hutan dan perairan darat sebagai tempat sumber makanan yang semakin rusak dan tercemar dirasa sudah tidak mampu lagi menopang kebutuhan itu. Oleh karena itu, pada kurun waktu terakhir, sumber bahan makanan banyak dialihkan ke laut. Wilayah laut Indonesia yang luasnya tiga kali lipat luas daratan memiliki potensi untuk menyumbang 140 miliar US$/tahun (Republika 2012). Luas hutan bakau Indonesia pada tahun 2005 sekitar 2.900.000 hektar...