Komunitas Mangrove Bengkulu

Jumat, 10 Januari 2014

Jenis-Jenis Mangrove di Bengkulu

Awalya kita hanya tau beerapa jenis saja mangrove yang ada di bengkulu itupun jenis-jenis yang umum saja seperti Rhizophora apiculata , Pidada atau yang lebih akrab dengan sebutan nama Buah Bintang (Sonneratia sp) serta Bruguiera sp. Ternyata setelah menjelajah hutan mangrove di TWA Pantai Panjang dan Pulau Baii, jenis-jenis mangrove itu banyak mulai dari Mangrove Sejati Maupun Mangrove ikutan.  Nah ada beberapa jenis yang sudah di identifikasi oleh Komunitas Mangrove Bengkulu baik dari Buah, Bunga, serta bagian2 pohon yang lain.

Langsung saja....... yang pertama adalah Buah Bintang atau Pidada, Pidada ini sendiri yang sudah diketahui ada dua jenis yakni Sonneratia alba (Pidada Putih) dan Sonneratia caseolaris. ini dia yang di maksud bagian dari Pidada Putih.

Buah Pidada Putih bentuk bola agak gepeng, 3 × 4 cm, berbiji banyak, dengan pangkal terlindung kelopak yang tidak rontok dan bermahkota bekas tangkai putik; taju kelopak umumnya tertekuk ke belakang, namun adakalanya mendatar menyamping. Buah berbau tak enak jika masak. Jenis yang berubah-ubah. Jenis ini termasuk jenis pioner di Hutan Mangrove. Pidada Putih berbunga sepanjang tahun. Bunganya nokturnal dan diserbuki oleh ngengat, burung, serta kelelawar. Pohon perepat juga kerap dijadikan sebagai tempat berkumpulnya kunang-kunang  di waktu malam. Sonneratia caseolaris (Pidada merah) memiliki buah yang mirip, namun kelopaknya datar atau hanya sedikit cekung, tidak seperti mangkuk. langsung saja ini dia bentuk dari Pidada merah. bunga sendirian atau berkelompok hingga 3 kuntum di ujung ranting. Kelopak bertaju 6 (jarang 7–8), runcing, panjang 3–4,5 cm dengan tabung kelopak serupa cawan dangkal di bawahnya, hijau di bagian luar dan putih kehijauan atau kekuningan di dalamnya.
Daun nahkota merah, sempit, 17-35 mm × 1,5-3,5 mm. Benangsari sangat banyak, panjang 2,5–3,5 cm, putih dengan pangkal kemerahan, lekas rontok. Tangkai putik besar dan panjang, tetap tinggal sampai lama.

                                                                                 

Sabtu, 04 Januari 2014

Sisa Kejayaan Mangrove Jenggalu

Muara Jenggalu merupakan salah satu bentangan Mangrove yang tergolong luas di kawasan pesisir Bengkulu. Sebahagian besar (115.53 Ha dari 193.44 Ha mangrove yang tersisa di Kota Bengkulu) berada di Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang Pulau Baai Kota Bengkulu. Konversi habitat menjadi salahsatu ancaman terbesar, mengingat pengurangan luas mangrove terus saja terjadi dari tahun ke tahun. Meskipun berada didalam Kawasan Konservasi namun kerusakan terbesar malah terjadi di dalamnya.
Mangrove Muara Jenggalu. Foto: Regen

Walaupun demikian, Mangrove Jenggalu masih menyisakan sedikit kejayaan. Formasi Hutan Mangrove masih bisa terlihat samar melawan laju deforestasi. Bagian terluar masih dijumpai formasi barisan Sonneratia sp dan formasi Rhizophora sp , bagian yang lebih dalam terdapat pula Bruguiera sp.dan beberapa spesies mangrove sejati dan ikutatan lain. Di beberapa titik terbentuk spot kecil membuat sebuah komunitas mangrove yang terpisah satu dengan yang lain.



Setidaknya terdapat 7 delta yang membentuk komunitas mangrove yang terus bersuksesi. Delta yang terbentuk dari hasil sedimen ini merupakan salahsatu lokasi yang masih sedikit aman dari keserakahan manusia, walau dua diantaranya telah beralih fungsi menjadi Lapangan Golf dan kerambah ikan.