Komunitas Mangrove Bengkulu

Kamis, 29 Mei 2014

Ceriops sp

Deskripsi umum : Pohon atau semak kecil dengan ketinggian hingga 15 m. Kulit kayu berwarna coklat, jarang berwarna abu-abu atau putih kotor, permukaan halus, rapuh dan menggelembung di bagian pangkal.
Ekologi : Tumbuh tersebar di sepanjang hutan pasang surut, akan tetapi lebih umum pada bagian daratan dari perairan pasang surut dan berbatasan dengan tambak pantai. Menyukai substrat pasir atau lumpur. Perbungaan terjadi sepanjang tahun.
Adapun bagian-bagian dari Morfologi dari ceriops sebagai berikut :

1. Anakan
Ceriops sp ini cukup banyak di temukan dihutan mangrove Pulau Baii. 
2. Struktur Daun. 
 Daun hijau mengkilap. Unit & Letak: sederhana & berlawanan. Bentuk: elips-bulat memanjang. Ujung: membundar. Ukuran: 3-10 x 1-4,5 cm.

3. Bunga.
 Bunga mengelompok, menempel dengan gagang yang pendek, tebal dan bertakik. Letak: di ketiak daun. Formasi: kelompok (2-4 bunga per kelompok). Daun mahkota: 5; putih dan kecoklatan jika tua, panjang 2,5-4mm. Kadang berambut halus pada tepinya. Kelopak bunga: 5; warna hijau, ada lentisel dan berbintil. Benang sari: tangkai benang sari pendek, sama atau lebih pendek dari kepala sari.

4. Buah 

Hipokotil berbentuk silinder, ujungnya menggelembung tajam dan berbintil, warna hijau hingga coklat. Leher kotilodon jadi merah tua jika sudah matang/ dewasa. Ukuran: Hipokotil: panjang 15 cm dan diameter 8-12 mm.

5. Akar. 

Bentuk perakaran Ceriops sp

Manfaat : Jenis Ceriops memiliki kayu yang paling tahan/kuat diantara jenis-jenis mangrove lainnya dan digunakan sebagai bahan bangunan, bantalan rel kereta api, serta pegangan berbagai perkakas bangunan. Kulit kayu merupakan sumber yang bagus untuk tanin serta bahan pewarna.



Minggu, 18 Mei 2014

Mangrove Lestari, Lingkungan Asri, Masyarakat Pesisir Madani

Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2014 Komunitas Mangrove Bengkulu akan mengadakan Penanam mangrove dengan jenis Rhizophora apiculata sebanyak 2000 bibit lokasi penanaman ini akan dilakukan di Pondok Besi, penanaman ini untuk keempat kalinya penanaman  dilokasi ini pertama kali penanaman pada awal bulan September 2013 hal ini dilakukan untuk melihat apakah di lokasi ini Rhizophora apiculata bisa tumbuh atau tidak alhamdulillah ternyata tumbuh satu kebanggaan selanjutnya pada bulan Oktober 2013 kita melakukan penanam kedua, penanaman ketiga kali dilakukan pada Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia Komunitas Mangrove Bengkulu kembali menanam 1000 bibit Rhizophora apiculata, 90 % yang di tanam hidup, namun satu kesedihan yang mendalam kawan-kawan komunitas mangrove bengkulu adalah adanya satu gangguan yang mengakibatkan 50 % tanaman mati. Namun semangat kita tidak luntur sampai disini saja kita bertekat suatu saat yang kita lakukan ini ada hasilnya amin. Walaupun ada anggapan yang kita lakukan adalah tindakan bodoh ataupun anggapan gila sekalipun.
foto tanaman dipondok besi
Tema yang diangkat Pada Hari Lingkungan Hidup 5 Juni 2014 adalah (Mangrove Lestari, Lingkungan Asri, Masyarakat Pesisir Madani). Satu harapan besar dari kalimat tersebut  adalah dengan lestarinya mangrove yang ada di Bengkulu dan menjaga lingkungan hingga tercipta lingkungan yang asri sehingga tercipta masyarakat pesisir yang madani. Masyarakat Pesisir yang Madani adalah suatu harapan besar pada saat ini, masyarakat yang peduli antar sesama manusia, lingkungan mereka serta sadar akan bahaya mengancam masyarakat pesisir dengan menanam merawat, menjaga, pohon-pohon cemara, nyamplung atau ketapang serta mangrove. 

Namun Kegiatan yang akan dilakukan bukan hanya penanaman saja akan tetapi ada juga kampanye dan sosialisasi kepada masyarakat.

Salam Mangrove....!! Salam Hijau...!!!