Komunitas Mangrove Bengkulu

Kamis, 18 Agustus 2016

Ancaman Abrasi Itu Pasti

Ancaman Abrasi di sepadan sungai Ngalam Desa Pasar Ngalam. Seluma

Ancaman Abrasi di sepadan sungai Ngalam Desa Pasar Seluma. Seluma

Landscape Mangrove Pasar Ngalam

Salah satu fungsi Hutan Mangrove adalah dapat mencegah Abrasi itu memang benar dan nyata hal tersebut dapat dilihat pada foto diatas dimana ada dua vegetasi yang berbeda satu vegetasi hutan mangrove dan satu lagi tanaman kelapa sawit milik PT Perkebunan Sawit. Jika kita lihat foto tersebut ada abrasi yang mengancam tanaman kelapa sawit, ketika Komunitas Mangrove Bengkulu meninjau lokasi ini  banyak tanaman kelapa sawit yang tumbang akibat abrasi dan ada juga yang tinggal menunggu waktu tumbang (17/8). Nah kita bandingkan dengan kawasan yang masih ada vegetasi mangrovenya tidak terlihat ada ancaman abrasi mengapa demikian karena mangrove dapat mengikat sedimentasi sedangkan tanaman sawit tidak. Seharusnya sebelum menanam kelapa sawit disepandan sungai perlu mengkaji dampak lingkungan yang akan terjadi apalagi hal tersebut diatur dalam PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG SUNGAI, Sungai adalah alur atau wadah air alami dan/atau buatan berupa jaringan pengaliran air beserta air di dalamnya, mulai dari hulu sampai muara, dengan
dibatasi kanan dan kiri oleh garis sempadan. Sempadan sungai berfungsi sebagai ruang penyangga antara ekosistem sungai dan daratan, agar fungsi sungai dan kegiatan manusia tidak saling terganggu. Garis sempadan sungai besar tidak bertanggul di luar kawasan perkotaan ditentukan paling sedikit berjarak 100 m
(seratus meter) dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai. Dengan PP tersebut sudah sangat jelas jika fungsi sempadan sungai itu sangat penting, akan tetapi pihak perkebunan tidak menghiraukan peraturan tersebut demi mendapatkan keuntungan. Padahal setiap  perkebunan kelapa sawit harus memiliki kawasan HCV (High Conservation Value) sebagai syarat sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Kamis, 11 Agustus 2016

Kunjungan Komunitas Mangrove Ke Rumah Baca Bakau

Harapan Volunteer Untuk Komunitas Mangrove Bengkulu





Terima Kasih Kepada Insani Widiya Astuti dan Hanim telah ikut andil menanam Mangrove di Pesisir Bengkulu, Insani dan Hanim ini dua beradik kakak kandung yang menyempatkan liburan di Bengkulu nah salah satu agenda mereka Menanam Mangrove Jenis Rhizophora apiculata (bakau minyak) di TWA Pantai Panjang yang di dampingi oleh Rekan-rekan dari Komunitas Mangrove Bengkulu, Oh iya dua beradik kakak ini asli orang Purwokerto, Jawa Tengah.

Selasa, 09 Agustus 2016

Menanam Mangrove Sejak Dini

Menanam pohon salah satu bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan dan alam, menanam pohon juga bukan hanya sekedar seremonial saja setelah pohon tertanam tidak ada lagi pemantauan dan perawatan sebab jika menanam hanya sebatas seremonial kita tidak akan mengetahui apakah tanaman kita itu dapat beradaptasi dengan lingkungannya atau tidak bahkan kita tidak mengetahui jika tanaman tersebut mati atau hidup. Menanam pohon dapat memberikan energi positif tersendiri bagi kita karena pohon yang kita tanam dan rawat tersebut akan memberikan manfaat bagi lingkungan kita.
Dua anak Kecil Sedang Menanam Ceriops spp di Muara Jenggalu
 Tidak banyak orang yang senang menanam pohon apa lagi pohon mangrove mungkin karena tidak punya waktu luang untuk melakukannya karena tidak sedikit pula orang yang mau bergabung untuk turut menanam mangrove walaupun belum sampai merawatnya (perawatan tanaman tidak setiap hari looh, bisa seminggu sekali atau 2 minggu sekali), dalam hal ini Komunitas Mangrove Bengkulu mengajak kepada Volunteer tidak hanya sekedar menanam saja tetapi sampai keperawatan tanaman melalui kegiatan monitoring 3 bulan sekali.

Salah satu Anak Ikut penanaman bersama Jemaat Gereja Katolik Kota Bengkulu
Seperti yang dibahas sebelumnya menanam pohon harus dilandasi dengan jiwa kepedulian dan rasa tanggung jawab, dalam hal ini Komunitas Mangrove Bengkulu berupaya menanamkan jiwa tersebut kepada anak-anak sejak usia dini, hal apa saja yang disampaikan kepada anak-anak. Apa manfaat dan mengapa kita harus menanam dan menjaga Hutan Mangrove, karena hutan mangrove dapat menjaga pemukiman dari terjangan badai angin laut, menahan abrasi pantai yang mengancam rumahnya hutan mangrove juga merupakan rumah bagi satwa liar dan biota laut serta satu pohon dapat menyumbangkan oksigen untuk dua orang. Dan tak lupa kita sampaikan kepada mereka "Butuh puluhan tahun tanaman yang kita tanam tersebut dapat menahan gelombang pasang dan abrasi pantai, hanya 5 menit saja orang dapat menebang pohon Mangrove" itulah kenapa kita perlu menjaga dan melestarikan hutan mangrove. "Menanamlah Seblum Ditanam Rawatlah Seblum Terlambat"
                                                                                                         
Komunitas Mangrove Bengkulu 10 Agustus 2016