Komunitas Mangrove Bengkulu

Kamis, 24 Agustus 2017

Olahan Buah Mangrove Jenis Pidada Merah (Sonneratia caseolaris) dan Pidada putih (Sonneratia alba)

Olahan Buah Mangrove Jenis Pidada Merah (Sonneratia caseolaris) dan Pidada putih (Sonneratia alba )

Faramudita
 Komunitas Mangrove Bengkulu (KMB)
Jl. Budi Utomo gg Asam kelurahan Pekik Nyaring. Bengkulu Tengah

BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Kepulauan Indonesia memiliki sekitar 13.466 pulau (Suhendri 2012) dengan panjang garis pantai mencapai 95.000 km (Muhammad 2012). Pesatnya pertumbuhan penduduk mengakibatkan peningkatan kebutuhan sumber pangan. Hutan dan perairan darat sebagai tempat sumber makanan yang semakin rusak dan tercemar dirasa sudah tidak mampu lagi menopang kebutuhan itu. Oleh karena itu, pada kurun waktu terakhir, sumber bahan makanan banyak dialihkan ke laut. Wilayah laut Indonesia yang luasnya tiga kali lipat luas daratan memiliki potensi untuk menyumbang 140 miliar US$/tahun (Republika 2012). Luas hutan bakau Indonesia pada tahun 2005 sekitar 2.900.000 hektar, atau setara dengan 19% dari total luasan hutan bakau dunia (FAO 2007) dan memiliki sekitar 243 jenis tumbuhan bakau (Giessen et al. 2007).
Bengkulu adalah salah satu wilayah daerah penyumbang hutan bakau. Karena daerah bengkulu berbentuk memanjang sejajar dengan pegunungan bukit barisan dan berhadapan langsung dengan samudra hindia. Terletak diantara 3o47’44’’LU 102o 15’33’’BT / 3,79556o LS 102,25917o BT, dengan luas wilayah 151,70 Km2 pantai barat pulau Sumatra dengan panjang pantai sekitar 525 km (Wikipedia). Hal ini menunjang dan menunjukkan bahwa begitu besar potensi hutan mangrove yang ada di provinsi Bengkulu.
Hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem wilayah pesisir dan lautan yang sangat potensial bagi kesejahteraan masyarakat baik dari segi ekonomi, social dan lingkungan hidup. Ekosistem mangrove memiliki manfaat ekonomis yaitu hasil kayu dan bukan kayu misalnya budidaya air payau, tambak udang, pariwisata dan lainnya.
Belum banyak pengetahuan tentang potensi dan manfaat mangrove sebagai sumber pangan.Diwilayah Timor Barat, flores, sumba, sabu dan alor, masyarakat menggunakan buah mangrove Bruguiera gymnirrhiza sebagai pengganti beras dan jagung pada waktu terjadi krisis pangan (Fortuna, 2005).Begitu juga dengan jenis pedada (Sonneratia) yang juga dapat dikonsumsi dan diolah menjadi berbagai macam olahan makanan.

B.  Rumusan Masalah
Bagaimana cara mengolah buah pedada Sonneratia sp menjadi olahan makanan Dodol, Onde-onde dan Sirup ?

C.  Tujuan
Untuk mengetahui bagaimana cara pengolahan buah pedada Sonneratia sp menjadi Dodol, Onde-onde dan Sirup.

D.  Luaran Yang Diharapkan
Semoga dapat memberikan informasi dan inovasi kepada masyarakat dalam mengembangkan buah mengrove menjadi jajanan khas kota bengkulu.

E.  Kegunaan
Untuk memanfaatkan hasil hutan non/bukan kayu dari hutan mangrove pesisir pantai Bengkulu dan sekitarnya menjadi olahan-olahan tertentu dan juga memanfaatkan potensi alam yang ada, sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat dan penikmat jajanan mangrove akan penting dan besarnya manfaat dari hutan mangrove pesisir pantai khususnya di provinsi Bengkulu.

  
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.  Deskripsi
Hutan Bakau/Mangrove
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar didunia memiliki 17,508 pulaudengan garis pantai sepanjang 81, 000 km dan memiliki potensi sumberdaya pesisir dan lautan yang sangat besar (Bengen, 2002). Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai hutan mangrove (hutan bakau) terbesar di dunia, yaitu mencapai 8,60 juta hektar, meskipun saat ini dilaporkan sekitar 5,30 juta hektar jumlah hutan itu telah rusak (Gunarto, 2004).

Jenis-jenis Pidada (Sonneratia sp)
Ada tiga jenis yang tumbuh diindonesia :
1.         Sonneratia caseolaris
  











2.         Sonneratia alba
















3.         Sonneratia ovata











Klasifikasi
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi               : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (Berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Myrtales
Famili              : Lythraceae
Genus              : Sonneratia
Spesies : Sonneratia (caseolari, Alba dan Ovata)

   Ketiga Jenis ini bisa dijadikan olahan makanan akan tetapi daging buah jenis Alba dan Ovata umumnya lebih tipis (sedikit). Maka yang umum digunakan yaitu Jenis Sonneratia casiolaris. Sonneratia caseolaris dengan ciri buah yang besar dan harum adalah yang paling banyak digunakan sebagai bahan campuran pangan yang lezat. Buah pedada bisa dimakan langsung atau diminum dalam bentuk jus,seperti di Sulawesi dan Negara lain, Srilangka dan Malaysia. Ketika dimasak akan muncul aroma keasaman. Dikota Bengkulu jenis Cassiolaris ada dan mudah untuk didapat.
Yang membedakan ketiga jenis ini adalah : Sonneratia caseolaris memiliki bunga berwarna merah, Sonneratia alba berwarna putih dan Sonneratia ovata telihat berbedah pada penampang buah kelopak berbentuk cawan, menutupi dasar buah, helai kelopak menyebar atau melengkung. Bunganya hanya mekar dalam waktu satu malam. Memiliki buah yang besar (4 cm) yang berwarna hijau dengan kelopak yang berbentuk bintang.Sonneratia berbunga sepanjang tahun (antara 3 – 4 bulan); berbuah pada bulan Mei – Juni dan Oktober – November; pembuahan sampai masak memakan waktu 2 – 3 bulan.
Buah pidada mengandung vitamin A, B1, Bdan C yang berperan dalam metabolisme tubuh, terutama produksi energi dan sintesis protein.Buah pedada berbentuk bulat, ujung bertangkai, dan bagian dasarnya terbungkus kelopak bunga.Buah ini berwarna hijau dan mempunyai aroma yang sedap, rasa asam, tidak beracun dan dapat langsung dimakan.Untuk memanfaatkan kandungan gizinya, buah pedada dapat diolah menjadi produk olahan pangan yang disukai masyarakat dan tahan lama, serta diproses secara sederhana, misalnya dalam bentuk Dodol dan Sirup.

Ukuran fisik dan bobot buah pedada (Manalu, dkk 2013)
Bagian Buah
Rata-rata ± Standar Deviasi
Diameter (cm)
6,05 ± 0,50
Bobot Buah Utuh (g)
52,15 ± 2,04
Daging Buah (g)
38,27 ± 0,96
Kulit Buah (g)
7,68 ± 0,19
Kelopak Buah (g)
6,20 ± 0,16

Kadar proksimat buah pedada
Komponen
Buah Pidada (%)
Kadar Air (bb)
84,76 ± 0,10
Kadar Abu (bk)
8,40 ± 1,05
Kadar Lemak (bk)
4,82 ± 0,88
Kadar Protein (bk)
9,21 ± 1,22
Kadar Karbohidrat (bk)
77,57 ± 3,15

Kadar Vitamin A, B1,B2 dan C buah Pedada
Komponen (Basis Kering)
Buah Pidada
Aktivitas Vitamin A (RE)
11,21
Vitamin B1 (mg/100g)
5,04
Vitamin B2 (mg/100g)
7,65
Vitamin C (mg/100g)
56,74


Fungsi Vitamin :
Vitamin A :
            Berperan dalam Penglihatan, dan merupakan salah satu komponen penyusun pigmen mata.selain itu fungsi vitamin A juga ikut berperan penting menjaga kesehatan, kekebalan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan dan sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit.
 Vitamin B1:
            Nama lain Dari Vitamin B1 adalah Tiamin Hidroklorida àsalah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu proses pembakaran karbohidrat menjadi energi, membantu proses metabolisme protein dan lemak dan masih banyak lagi fungsi Vitamin B1 lainnya.Jenis penyakit akibat kekurangan vitamin B1 :
·         Berbagai gangguan pada kulit, seperti kulit kering dan bersisik. 
·         Tubuh juga dapat mengalami penyakit beri-beri
·         Gangguan fungsi saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf. 
Vitamin B2:
            Nama lain dari Vitamin B2 adalah Riboflavin.  Fungsi vitamin B2 di dalam tubuh berperan penting dalam metabolisme.vitamin B2 berperan sebagai komponen Koenzim Flavin Mononukleotida dan Flavin Adenine Dinukleotida. Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh, dan oxsidasi asam lemak dan juga berperan dalam pembentukan sel darah merah serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku.
Vitamin C
            Nama lainVitamin C yaitu asam askorbat. àbanyak sekali manfaat vitamin C bagi kesehatan tubuh kita. Diantara yaitu berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, dan jaringan penyokong organ lain. Selain itu Vitamin C merupakan antioksidan alami yang bisa menangkal berbagai radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh kita sehingga meminimalisir risiko terjadinya berbagai penyakit degenaratif, seperti kanker Servik, kanker payudara dan berbagai jenis penyakit degeneratif lain. Selain itu, vitamin c juga berperan dalam menjaga kebugaran tubuh dan mencegah penuaan diri, sangat baik dan ber manfaat vitamin c untuk kecantikan kulit bisa mencegah mencegah berbagai jenis penyakit dan infeksi.

  
BAB III
PELAKSANAAN

A.  GAMBARAN  UMUM 
       Produk ini diolah berbasis rumahan dan tidak menutup kemungkinan sebagai penghasilan untuk ibu-ibu yang berada tidak jauh dari seputaran areal hutan mangrove sebagai tambahan penghasilan untuk kebutuhan rumah tangga. Buah mangrove dapat dieksplorasi sebagai sumber pangan lokal baru terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi hutan mangrove yang luas, tetapi harus memperhatikan dan menjaga kelestarian dari ekosistem hutan mangrove tersebut.

B.  METODE  PELAKSANAAN
Makanan yang akan diolah dari hasil hutan bukan kayu dari hutan mangrove adalah Dodol, Onde-onde dan Sirup.

Alat dan Bahan yang digunakan dalam pembuatan :
a). Dodol Mangrove
Alat
Bahan
Jumlah
Kompor
Daging Buah Pidada
1kg
Kuali
Gula Pasir
0,5 kg
Sendok kayu sebagai pengaduk
Gula Merah
0,5 kg
Talam
Tepung Ketan
1 Bungkus
Plastic putih
Santan Kelapa
1 Liter
Pisau
Air
250 cc
Baskom
Packan
8
Saringan





Cara membuat :
1.           Siapkan santan kelapa, masukan santan kelapa. Aduk terus hingga keluar minyaknya.
 

.
2.           Ditempat terpisah campurkan tepung ketan dengan air terlebih dahulu didalam baskom/ nampan agar pada saat percampuran santan dengan tepung tidak menggumpal.
 

3.           Jika santan sudah mengeluarkan minyak, campurkan tepung tadi dengan santan. Aduk terus dengan api kecil

4.           Untuk buah pidada, pisahkan dulu dengan cara potong dulu buah pidada, yang diambil hanya daging buahnya saja.

5.           Masak daging buah pidada + gula merah dan gula pasir, aduk hingga semua bahan tadi halus dan larut, angkat

6.           Aduk terus hingga dodol mengeras dengan sendirinya. Saran saya (pada saat membuat dodol diperlukan banyak orang untuk mengaduknya karena agak seddikit berat dank eras, jika membuatnya sendii siap-siap kewalahan) ^_^

7.           Jika adonan hampir masak, baru tambahkan daging buah dan gula yang sudah dimasak tadi
8.           Cara mengetahui adonan sudah masak yaitu ditandai dengan adonan yang tidak lengket lagi pada centong kayu.


9.           Siapkan wadah dengan plastic yang telah diolesi minyak, tuangkan dodol pada wadah yang telah disiapkan.


Diamkan dodol beberapa menit, setelah lumayan dingin baru dilakukan pembungkusan dan siap untuk di pack.
b). Onde-Onde Mangrove
Alat
Bahan Kulit
Bahan Isi
Kompor
1 kg Tepung Ketan
½ kg Buah Pidada (Sonneratia)
Piring Kecil
1 Sendok teh garam
¼ kg Gula Pasir
Mangkok/Baskom
1 bungkus Vanila
-
Piso
½ kg Santan kental
½ kg Minyak Sayur
Tirisan
Air matang secukupnya

Kuali
2 ons Wijen

Cara membuat :
-          Membuat Isian
   1.   Kupas  Buah Pidada, ambil daging buahnya lalu di parut
 


2.  Campurkan hasil parutan buah pidada dengan gula putih sampai merata atau dengan cara buah pidada di rebus bersamaan dengan gula dan ditiriskan (ambil ampas buah untuk dijadiak isian)


-          Membuat Kulit Onde-onde
1.    Ambil wadah ukuran sedang. Masukkan 1 kg tepung ketan.
2.    Masukkan gram gula pasir, garam dan 1 bungkus vanila. Aduk kembali sampai semua bahan tercampur.
3.    Masukkan sedikit demi sedikit santan ke dalam adonan kue di atas. Aduk perlahan sampai adonan terasa kalis. Tambahkan air matang jika diperlukan. Diamkan sekitar kurang lebih satu jam.
4.    Ambil adonan onde-onde secukupnya (tergantung ukuran kue yang akan di buat). Bentuk bulatan dan masukkan isi buah pidada kedalam bulatan tadi.
 

5.    Siapkan satu piring kecil dan tuang wijen di atasnya. Gulingkan kue onde mentah di atasnya sampai semua bagian tertutupi dengan wijen.

6.    Panaskan minyak goreng dengan api sedang. Masukkan kue mentah di atas pelan-pelan supaya minyak tidak muncrat. Goreng sampai warna kecoklatan.
c). Sirup  Mangrove
Alat
Bahan
Kompor
½ kg Buah Sonneratia sp
Piring Kecil
½ kg Gula Pasir
Piso
Air secukupnya
Tirisan

Wajan untuk memasak

Cara membuat :
1.      Kupas  Buah Pidada, potong-potong jadi 4 atau 6 bagian

2.      Masukan potongan buah tadi kedalam panic memasak, tambahkan air dan gula secukupnya.
3.      Tunggu sampai mendidih dan buah hancur
4.      Matikan kompor, dinginkan sebentar, tiris air sirup dan siap dihidangkan.

C.  RANCANGAN  BIAYA
1). Dodol Mangrove
No
Bahan
Jumlah
Harga/satuan
1
Daging Buah Pidada
1kg
Rp 3.000
2
Gula Pasir
0,5 kg
Rp 5.000
3
Gula Merah
0,5 kg
Rp 7.500
4
Teping Ketan
1 Bungkus
Rp 8.000
5
Santan Kelapa
1 Liter
Rp 5.000
5
Air
250 cc

6
Packan
8
Rp 5.000
Total


Rp 33.500
T.Bersih


± Rp 35.000
Pendapatan
Pengeluaran 1x produksi = Rp 33.500
            Dalam satu kali produksi dengan bahan 1 kg  daging buah pidada serta bahan-bahan lainnya menghasilkan 8 pack dodol pidada.
1 pack (isi 12) dodol pidada dijual dengan harga Rp 10.000
Jadi:
1 kali Produksi x Harga
8 x Rp 10.000 = Rp 80.000
Pendapatan:
Hasil penjulan - Pengeluara 1 kali produksi
Rp 80.000 –Rp 35.000= Rp 45.000
Pendapatan yang dihasilkan dalam 1 kali produksi adalah Rp 45.000

2). Onde-onde Mangrove
No
Bahan
Jumlah
Harga/satuan
1
Daging Buah Pidada
½ kg
Rp 0
2
Gula Pasir
¼ kg
Rp 3.000
3
Tepung Ketan
1 Bungkus
Rp 8.000
4
Santan Kelapa
250 g
Rp 2.500
5
Vanila
1 Bungkus
Rp 500
6
Garam
½ S. Teh
Rp 100
7
Wijen

Rp 5.000
8
Minyak Sayur
½ kg
Rp 7.500
9
Packan
10 Pack
Rp 3.000
Total


Rp 29.600
T. Bersih


± Rp 30.000

Pendapatan
Pengeluaran 1x produksi = Rp 30.000
            Dalam satu kali produksi dengan bahan 1 kg  daging buah pidada serta bahan-bahan lainnya menghasilkan 10 pack Onde-onde.
1 pack (isi 12) Onde-onde dijual dengan harga Rp 6.000
Jadi:
1 kali Produksi x Harga
10 x Rp 6.000 = Rp 60.000
Pendapatan:
Hasil penjulan - Pengeluara 1 kali produksi
Rp 60.000 –Rp 30.000= Rp 30.000
Pendapatan bersih yang dihasilkan dalam 1 kali produksi adalah Rp 30.000

3). Sirup Mangrove
No
Bahan
Jumlah
Harga/satuan
1
Daging Buah Pidada
½ kg
Rp 0
2
Gula Pasir
200 g
Rp 6.000
3
Cup + pipet
12 pack
Rp 12.000
Total


Rp 18.000
T. Bersih


± Rp 20.000

Pengeluaran
Pengeluaran 1x produksi = Rp 20.000
       Dalam satu kali produksi dengan bahan 1/2 kg  daging buah mangrove serta bahan-bahan lainnya menghasilkan 12 cup sirup mangrove.
1 cup sirup mangrove dijual dengan harga Rp 5.000
Jadi:
1 kali Produksi x Harga
12 x Rp 5.000 = Rp 60.000
Pendapatan:
Hasil penjulan - Pengeluara 1 kali produksi
Rp 60.000 – Rp 20.000= Rp 40.000
Pendapatan bersih yang dihasilkan dalam 1 kali produksi adalah Rp 40.000 



DAFTAR PUSTAKA

Anonim 06/05/2016 Id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Bengkulu.

Anonim 06/05/2016 Peraturan Mentri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.4/Menhut-II/2012.

Bengen, D., 2002. Sinopsis Ekosistem dan Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut. Pusat
   Kajian Sumber Daya Pesisir dan Laut IPB, Bogor.

FAO, 2007._e world's mangroves 1980-2005.FAO Forestry Paper 153.Food and
   Agriculture Organization of the United Nations
. Rome. 77 pp.

Fortuna, Jemes de, 2005.Ditemukan Buah Bakau Sebagai Makanan Pokok. http:// www.Tempointeraktif.com.

Giesen, W., S.Wulffraat, M. Zieren & L. Scholten. 2007. Mangrove guidebook for
   Southeast Asia
. RAP Publication 2006/07. Food and Agriculture Organization       ofthe United Nations. Bangkok. 769 pp.

Manalu RDE, dkk. 2013. Kandungan zat gizi makro dan vitamin produk buah pedada.Bogor. 2013

Muhammad, D. 2012. Gawat, 20 persen garis pantai Indonesia rusak.Republika 7             Maret 2012.

Suhendri, 2012.Indonesia beri nama 13.466 pulau. Bangkapos 6 September 2012.



























Tidak ada komentar:

Posting Komentar